Sanggar Seni Tradisional

"Puspa Kencana" Kota Tangerang

Tari Cokek Khas Tangerang

0 Comments Diposkan oleh Sanggar Seni Puspa Kencana Senin, 21 November 2011 di 16.26

Geal geol penari wanita begitu elok, gerakan tangan yang lentur serta kibasan selendang semakin menambah koreografi yang menarik, disamping penari perempun gerakan mencak silat penari laki laki dengan gerakan kaki yang menggejik lantai begitu keras, bergantian berputar dan berpandangan, iringan musik khas tradisional terdengar sontar.
Tari cokek namanya, tarian  tradisional dari daerah Tangerang  provinsi Banten, orang tangerang mengenal  Cokek  sebuah tarian tradisional dari daerah Tangerang yang dimainkan pertama kali sekitar abad ke-19.

gallery budaya
Ketika itu, tarian ini diperkenalkan oleh Tan Sio Kek, seorang tuan tanah Tionghoa di Tangerang yang sedang merayakan pesta. Dalam perayaan pesta itu, Tan Sio Kek mengundang beberapa orang ternama yang tinggal di Tangerang.  Tan Sio Kek mengundang juga tiga orang musisi yang berasal dari daratan Cina. saat itu, para musisi Cina hadir sambil membawa beberapa buah alat musik dari negara asalnya.
Tarian yang cukup sulit untuk di gerakan bagi saya, saya mengenal tarian ini langsung dari pelatih tari senior Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) tahun 2010 lalu, sayangnya dokumentasi tersebut hilang termakan virus komputer.
Program PPAP yang mengharuskan peserta yang lolos bisa menarikan tari cokek dan pencak silat di depan juri utama saat sleksi akhir di Provinsi Banten, sudah tak lagi malu melakukannya, demi gelar duta budaya yang akan saya sandang.
Salah satu alat musik yang dibawa dalam tari cokek yakni Rebab Dua Dawai. Dalam sejarahnya Atas permintaan Tan Sio Kek, musisi itu kemudian memainkan alat musik yang mereka bawa dari daratan Cina. Pada saat yang bersamaan, grup musik milik Tan Sio Kek juga memainkan beberapa alat musik tradisional dari daerah Tangerang, seperti seruling, gong serta kendang.
Lantunan nada dari perpaduan alat musik daratan Cina dan Tangerang itu kemudian dikenal dengan nama musik Gambang Kromong. Untuk meramaikan suasana pesta, Tan Sio Kek si tuan tanah pada masanya menghadirkan beberapa orang wanita.
Sesuai permintaan Tan Sio Kek, mereka menari mengikuti alunan musik yang dimainkan para musisi. Para tamu yang menghadiri pesta menyebut ketiga penari itu Cokek. Konon, Cokek merupakan sebutan bagi anak buah Tan Sio Kek. Sejak saat itulah, masyarakat Tangerang di provinsi Banten mulai mengenal nama tari Cokek.
Awalnya tari cokek dimainkan oleh tiga orang penari wanita. Kini, pertunjukan Cokek seringkali dimainkan oleh 5 hingga 7 orang penari wanita dan beberapa orang laki laki sebagai pemain musik dan sebagian ikut mengiringi tarian wanita.  Setiap kali pertunjukan, penampilan penari Cokek disesuaikan dengan ciri khas wanita Banten yakni mengenakan kebaya dan kain panjang sebagai bawahan. Biasanya, warna kebaya yang dikenakan para penari Cokek relatif berkilau ketika terkena sorotan lampu, seperti hijau, merah, kuning, serta ungu.
Yang tak pernah ketinggalan dari penari Cokek yakni sehelai selendang yang mengikat di pinggang penari perempuan.
Berdasarkan cerita senior saya saat itu, tari Cokek biasanya dimainkan sebagai pertunjukan hiburan saat warga Cina Benteng menyelenggarakan pesta pernikahan atau hajatan. Warga Cina Benteng merupakan warga Tionghoa keturunan yang tinggal di daerah Tangerang. Seringkali, tarian ini juga dimainkan sebagai tari penyambutan bagi tamu kehormatan yang berkunjung ke Tangerang.
Lantunan musik Gambang Kromong dan gerakan penari perempuan yang terlihat gemah gemulai menjadi ciri khas dari pertunjukan tari Cokek. Di tengah pertunjukan, penari Cokek biasanya turun ke barisan penonton untuk memilih siapa yang akan diajak untuk menari bersama.
Semakin berkembangnya jaman, tari cokek ini dinilai tarian yang esotis dan terkesan pornoaksi lantaran tarian wanita yang berlengggak lenggok dengan goyangannya bersama laki laki, dan saat ini gerakan tari cokek banyak yang di perbaiki dan di gabungkan dengan beberapa gerakan tari modrn yang lebih dinamis.
Khusus penari cokek laki laki kebanyakan menggunakan gerakan tangan dan gerakan mencak silat. Sampai saat ini saya belum pernah menyaksikan langsung dari penari asli tari cokek tangerang. Dan banyak pula remaja tangerang yang tak mengenal bahwa tangerang memiliki tarian khas yang tidak kalah dengan daerah lain. [ded]

0 Responses so far.

Poskan Komentar